Henry – I’ts You

book-11__37922c57-2a93-4844-a57f-e75707476dd0.jpgBaby I’m falling head over heels

Looking for ways to let you know just how I feel

I wish I was holding you by my side

I wouldn’t change a thing cause finally it’s real Lanjutkan membaca “Henry – I’ts You”

Iklan
Diposkan pada Note

Self Reminder 

Jika rasa sesak yang tersisa disini adalah pertanda bahwa keputusan yang kuambil meragukan, buat itu benar Rabb..

Buat suudzonku pada-Mu ini salah, Buat prasangka burukku terhadap takdir baik yang telah Kau persiapkan untukku itu salah Rabb…

Aku ingin berhusnudzon pada-Mu, Aku lelah tenggelam dalam pikiran-pikiran buruk yang kubuat..

Lanjutkan membaca “Self Reminder “

Diposkan pada A Letters

Pesan 

Teruntuk Belahan Jiwa Yang Masih Berada Di Belahan Dunia Lain…

Maaf, Maaf jika nanti tangan yg kan kamu genggam bukan tangan yang suci… Bukan tangan yang suci karena pernah tersentuh zina…

Maaf, sungguh maafkan aku… Jika kelak tatapan mata ini juga bukan tatapan mata yang bersih…

Karna lagi, dahulu tatapan mata ini pernah kugunakan secara tidak bijaksana tuk menatap yg bukan muhrim lama-lama…  Lanjutkan membaca “Pesan “

Diposkan pada A Letters

Ingin

Berulang kali jemari ku menari pada ketukan keyboard… Mencoba mengetik “Hi..”  “Oy!”  atau sapaan lain.. Namun tak bisa.. Tak bisa aku coret walau sedikit..

Pedih memang.. Saat menyadari rasa yang benar tumbuh disini, aku tak mampu menggubrisnya… Tak bisa.. Tak bisa saat ini..

Sesak? Sudah pasti… Seolah ada jutaan kalimat yang berusaha menjerit tiap kali hal tentang kamu muncul dimana pun… Namun lagi lagi tidak bisa… Aku tidak bisa.

Kadang dengan buruknya aku menangisi kesesakan disini… Saat semua tak mampu lagi aku tangguhkan, air mata lah yang berbicara..   Lanjutkan membaca “Ingin”

Diposkan pada Note

Rindu yang (tak) berlabuh

Bukan inginku…. Terjebak dalam bayangmu yang semu… Terbelenggu bersama kepingan memori usang tentang kamu… Terbengkalai diruang sepi bernama rindu.. Lagi-lagi atas nama kamu…
Bukan inginku…. Berteman bersama sendu untuk  waktu yg tidak sebentar.. Berkasihkan tangis dan pahit diwaktu yang  sama…  Menelan pedihnya duka ditiap detik yang berlalu… Teringat kepergian kamu..  Lanjutkan membaca “Rindu yang (tak) berlabuh”

Diposkan pada Note

(un)precious 

Aku paham perasaan yang terus tumbuh tanpa pemilik disini sangat salah tuk hadir… Aku paham rindu yang selalu hadir tanpa tau arah disini pun salah tuk tetap ada….

Yang aku lakukan hanya jujur terhadap diriku sendiri…  Menerima kenyataan bahwa hati disini tetap berpemilik pria jahat seperti dirimu..

Mungkin aku yang salah… Aku yang kurang mengerti keinginan kamu… Sampai kamu memendam semua luka itu sendiri… Dan berhasil menemukan yang lebih baik dari aku…

Aku yang kurang baik untuk kamu… Aku yang terlalu naif untuk kamu… Aku yang terlalu serba kekurangan untuk kamu…. Seharusnya aku lebih sadar saat itu…  Lanjutkan membaca “(un)precious “

Diposkan pada Note

Keteguhan Hati

Tidak mudah mempertahankan suatu prinsip.. Terlebih prinsip itu menyangkut masa lalu dan masa depan.  Terlalu sulit melangkah, lagi-lagi aku tertahan disini.. Diruang sempit dan sesak bernama rindu.

Tidak mudah menyembunyikan duri yang masih bersarang disini…  Terlebih ditiap durinya tertanam racun yang sangat cukup membuat seseorang sepertiku makin tertunduk.. Terlalu berat kurasa… Sampai-sampai bernafas dengan normal pun aku tak sanggup… Lagi dan lagi… Aku terperangkap… Dalam ruang ilusi antara masa lalu dan masa kini, yang kusebut rindu.  Lanjutkan membaca “Keteguhan Hati”

Diposkan pada A Letters

Dalam Masa Bersabar

Seringkali terbesit tanya dalam batinku, pertanyaan yang sejak dahulu selalu ingin kusematkan ditiap kali kita menghabiskan waktu dengan saling bertukar pesan.. namun selalu gagal karena aku sendiri tak pernah siap atas jawaban yang kuterima nanti, saat itu aku selalu berfikir tuk nikmati segalanya selagi ada dan lupakan kenyataan yang kelak kan datang itu..

Aku tak pernah siap akan kepergian… tidak.. tidak perrnah siap untuk hal menyedihkan macam itu. selalu, selalu kulakukan cara apapun agar detik yang kupunya berlangsung lebih lama… apapun itu. termasuk menjadi manusia terbodoh yang pernah menangisi semua luka manismu.. menjadi begitu terpuruk atas balasan ketulusanku… semua itu hal terburuk yang pernah kudalami.. Lanjutkan membaca “Dalam Masa Bersabar”